PULANG KE RUMAH CAHAYA

 PULANG KE RUMAH CAHAYA

Perjalanan melintasi lima level ini bukanlah perjalanan menjauh dari dunia, melainkan perjalanan masuk ke dalam diri untuk menemukan Sang Pencipta yang selama ini "lebih dekat dari urat lehermu sendiri." Kita telah menempuh jalur yang sistematis, dari permukaan hingga ke kedalaman samudra yang tak bertepi.

Ringkasan Estetika Perjalanan

  1. Di Level Qolb (Kuning), kita belajar menjadi Pendengar. Kita menyalakan matahari di dalam dada agar kegelapan ragu sirna oleh ilmu dan adab.

  2. Di Level Sirr (Merah), kita belajar menjadi Pejuang. Kita menaklukkan ego dan menyeimbangkan unsur api, angin, air, dan tanah dalam diri agar menjadi kekuatan yang bermanfaat.

  3. Di Level Haqqul Yaqin (Putih), kita belajar menjadi Kekasih. kita merasakan sentuhan cinta-Nya dan melepaskan segala keterikatan selain Dia dalam keheningan dialog yang jujur.

  4. Di Level Khafa (Hijau), kita belajar menjadi Manusia Paripurna. Kita bangkit dari kematian ego dengan intuisi yang tajam, menjadi rahmat bagi semesta dalam balutan keabadian batin.

  5. Di Level Akhfa (Hitam), kita belajar untuk Tiada. Kita lebur dalam Singularitas Nur Muhammad, menyadari bahwa tidak ada yang benar-benar eksis kecuali Wajah-Nya yang Agung.

Pesan Terakhir: Menjadi "Nol" untuk Menjadi "Semua"

Tujuan akhir dari buku ini bukanlah agar Anda merasa menjadi orang suci atau ahli makrifat yang hebat. Sebaliknya, tujuan level tertinggi (Akhfa) adalah agar Anda merasa nol. Sebab, hanya wadah yang kosonglah yang bisa diisi oleh samudra hidayah-Nya. Hanya orang yang merasa "tidak punya apa-apa" yang akan diberikan "segalanya" oleh Allah.

Kembalilah ke kehidupan sehari-harimu. Jika engkau seorang santri, jadilah santri yang hatinya bercahaya. Jika engkau seorang saintis, jadilah saintis yang risetnya adalah bentuk sujudmu. Jika engkau seorang pemimpin, jadilah pemimpin yang kebijakanmu adalah pancaran kasih sayang-Nya.

Janganlah berhenti pada teks. Sebab, agama bukan hanya untuk dibicarakan, tapi untuk dirasakan (Dzuq). Makrifat bukan hanya untuk dihafal, tapi untuk dijalani.

Doa Penutup

Ya Allah, jadikanlah awal perjalanan kami sebagai cahaya, pertengahannya sebagai kemenangan, dan akhirnya sebagai pertemuan yang indah dengan-Mu. Jangan biarkan kami terhenti pada bayangan, sampaikanlah kami pada Hakikat.

0 Response to " PULANG KE RUMAH CAHAYA"

Posting Komentar