kacamata penghakiman

Awalnya ini tuk posting apa, lupa? 

Terinspirasi rostingan tapi jagat kepada seseorang yang bercerita dengan bangga bahwa kacamatanya diminta oleh seorang ulama yang terkenal kewaliannya, dan ia menolaknya juga bercerita kehebatan kacamata tersebut yang dapat memberitahukan asal usul serta paham keagamaan yg dilihat, wahabi atau Syi'ah atau tidak??? Dalam rostingannya... Kalaulah ia bersedia memberikan kacamata tersebut kepada wali tersebut, mungkin ia akan diangkat wali, karena wali melakukan sesuatu pasti dengan suatu alasan... 

Setiap hal disekitar kita adalah cermin diri kita, setiap kita melihat orang lain kita harus melihatnya sebagai Syekh kita... Postingan sebelumnya... tidak beradab juga jika memanggil mereka dengan Syekh.. Syekh... Karena kita akhirnya mengkerdilkan sebutan kehormatan tersebut, sebutlah ia sesuai dengan jabatannya... Melihat Syekh pada orang lain artinya, kita harus dapat melihat pelajaran dari setiap orang disekitar kita, irsyad Syekh melalui lingkungan kita... 

Awal ikut jamaah mwlana, mata ini masih suka usil dan vonis ini dan itu, bahkan teman sering juga mengingatkan... Pean itu jangan suka menghakimi... Seolah-olah ngerti semua... Malah bangga diingatkan... Gila kan.... 
Seiring dari cahaya beliau, bagaimana kita belajar melihat kesempurnaan Allah melalui setiap hal... Ada siklus yang saling terhubung... Saling mempengaruhi... menuju kepada keseimbangan... Bahkan dalam keburukan, akan terlihat cahaya... Ilmu Allah... Tidaklah pantas kita menilai orang lain... 

Teringat ustad faiz, pernah menunjukkan pena, kemudian beliau meminta kita tuk mencari keburukan pena tesebut minimal 10, sibuklah kita berfikir apa... apa saja keburukannya... Dan mulai menyebutkan satu per satu. Kemudian beliau menjelaskan, ketika kita mencari keburukan pena, apakah kita melihat kebaikan2nya? Coba sebutkan 10 kebaikan dari pena... Mulai berfikir dan mencari.... Sempatkan kalian terfikir keburukannya ketika kalian mencari hal-hal yang baik darinya? 

Amatilah lingkunganmu, fokus cari kebaikan-kebaikannya, dan lihatlah dirimu, evaluasi kesalahan-kesalahanmu... 

Mungkin inilah ajaran tasawuf itu....




0 Response to "kacamata penghakiman"

Posting Komentar